Sensor sensor teknologi Honda PGM FI

2014-04-11

Sensor-sensor yang terdapat dalam Honda PGM-FI pada umumnya adalah dipakai pada seluruh tipe. Baik untuk tipe Bebek (Cub), Sport atau Matic (Scooter). Sensor-sensor tersebut berkerja secara teratur sesuai dengan kebutuhan mesin pada saat berkerja, sehingga tidak ada komponen-komponen yang berkerja secara sendiri-sendiri.
Sensor-sensor yang bekerja semuanya memiliki fungsi-fungsi tertentu untuk dapat mesin berkerja secara sempurna dan hasilnya maksimal serta ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Adapun sensor-sensor yang bekerja pada sistem Honda PGM-FI yaitu :

Pompa Bahan Bakar berfungsi untuk memompa dan mengalirkan bahan bakar dari tangki ke injector dengan tekanan bahan bakar yang diatur oleh pressure regulator pada 294 kPa ( 3,0 kgf/cm2;43 psi) dan regulator tekanan bahan bakar akan mengembalikan bahan bakar dengan membuka katup saat tekanan bahan bakar melebihi 294 kPa ( 3,0 kgf/cm2;43 psi).

 

Injector Bahan Bakar Berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke Trotthle body dimana volume bahan bakar yang disemprot disesuaikan dengan waktu pembukaan noozle yang dikirimkan dari ECM.

Engine Control Module (ECM) berfungsi untuk mengatur durasi keluarnya bahan bakar di injector pada kondisi yang optimal berdasarkan sinyal dari sensor-sensor.

Sensor EOT (Engine Oil Temperature) berfungsi untuk mendeteksi suhu oli mesin, apabila suhu mesin belum normal maka putaran mesin belum stabil pada saat stationer/idle dan bila suhu oli mesin sudah normal yaitu sekitar 800 - 1000 C maka putaran mesin stabil pada saat stationer/idle. Umumnya posisi EOT berada di bagian kiri kepala silinder mesin.

Sensor O2 (Oksigen Sensor) berfungsi untuk mendeteksi hasil pembakaran dan mengirimkannya ke ECM untuk dijadikan acuan dalam pengaturan bahan bakar. Pada saat pembakaran yang terjadi terlalu kaya atau miskin maka O2 sensor akan merespon dari hasil gas buang yang dikeluarkan sehingga campuaran bahan bakar dan udara yang akan dibakar menjadi ideal dan emisi gas buang menjadi lebih bersih. Umumnya posisi O2 sensor berada di bagian kanan kepala silinder mesin.

TP (Throttle Position) berfungsi untuk mendeteksi derajat pembukaan katup di dalam throttle body. Pada saat handle gas dibuka maka katup akan terbuka dan sensor TP akan merespon derajat pembukaan katup oleh handle gas sehingga udara akan masuk dan akan direspon oleh sensor ECM untuk bisa menyesuaikan bahan bakar yang akan disemprotkan melalui injector. Umumnya posisi TP sensor berada di bagian atas mesin.

Sensor CKP (Crankshaft Position) berfungsi untuk mendeteksi kapan terjadinya pembakaran untuk memberi perintah pengapian. Sensor CKP pada umumnya memiliki 9 tonjolan (pick up) pada rotor magnetnya dimana dalam satu putaran rotor magnet akan mengirimkan 9 pulsa pada ECM sehingga ECM akan mengatur terhadap waktu untuk penyemprotan bahan bakar, waktu pengapian, dan menghentikan pemasokan bahan bakar pada saat motor berhenti. Umumnya posisi CKP berada di bagian kiri mesin.